PERLEKATAN OPSONIK (FC) ANTIBODI IgG

Pada penggabungan dengan antibodi IgG, antigen-antigen mengembangkan perlekatan yang meninggi terhadap lekosit-lekosit berinti polimorf dan makrofaga-makrofaga melalui tempat penggabungan Fc IgG khusus yang terdapat pada permukaan sel-sel ini. Misalnya kuman yang tertutup antibodi menjadi “siap untuk diopsonim” – yaitu “siap untuk disantap” atatr “enak untuk fagosit” – dan akan melekat pada fagosit-fagosit; pada gilirannya keadaan ini memudahkan pengepungan dan kemudian pencernaan jasad renik. Perlekatan opnosik dan reaksi-reaksi perlekatan irnan yang serupa dan meliputi pengikatan melalui komponen-komponen komplemen (lihat bawah), sangat penting dalam pertahanan tubuh terhadap infeksi. Perlekatan opsonik juga berperan dalam penyingkiran limfosit dari peredaran oleh serum antilimfosit, dan penyingkiran sel darah merah oleh oto-antibodi pada anemia hemolitik otoimun. Pembunuhan secara ekstraselular sel-sel sasaran yang terbungkus antibodi (lihat hal. 1 81) tergantung pada obat alternatif penyakit diabetes perlekatan pada penerima Fc pada permukaan sel efektor.

PERANGSANGAN

Struktur-antibodi-yang-khas

Suatu fenomena yang tidak terduga-duga terlihat dalam hal antibodi-antibodi terhadap komponen permukaan sel kadangkadang tidak berakibat reaksi-reaksi sitotoksik seperti yang dibicarakan di bawah ini, tetapi malah merangsang sel. Ini mungkin terjadi bila antibodi-antibodi diarahkan terhadap penerima-penerima pada permukaan yang dapat menimbulkan isyarat perangsang bila dicetuskan melalui penggabungan dengan antibodi. Contoh-contoh:

(i)    Transformasi dan mitosa yang ditimbulkan pada limfosit kecil oleh serum antilimfosit dan serum antiimunoglobulin secara inoitro. Yang terakhir bergabung dengan imunoglobulin penerima-antigen pada permukaan sel dan meniru pergbahan-perubahan konfigurasi yang dihasilkan oleh antigen yang mengaktifkan sel.

(ii)    Degranulasi mastosit manusia oleh serum anti IgE. Anti IgE menimbulkan urutan perubahan yang sama seperti antigen khusus yang bergabung dengan molekul IgE yang terikat pada permukaan.

(iii)    Perangsangan sel-sel tiroid oleh otoantibodi yang ada dalam serum penderita dengan tirotoksikosa.

(iv)    Pembelahan partenogenesa telur ubur ubur oleh antibodi.

Rangsangan dapat pula dilihat pada tingkat molekul seperti pada peningkatan aktivitas enzim varian -varian tertentu dari penisilinasa dan B-galaktosidasa yang disebabkan oleh penambahan antibodi yang sesuai dan yang menimbulkan perubahan-perubahan alosterik dalam konformasi enzim.

Sel Kanker Dan Reaksi Alograf

Kesanggupan untuk menolak jaringan-jaringan yang dicangkok itu dapat diikuti jauh ke belakang rangka evolusinya, bahkan sampai pada cacing-cacing anelida. Namun kemampuan ini tidak merintangi ahli bedah pencangkokan; bahkan ini dapat memberikan keuntungan dalam pertahanan hidup pada tuan rumah. Suatu kemungkinan yang diajukan oleh Lewis Thornas ialah suatu sistem imunologik yang menjaga sel-sel tubuh, memperhatikan sel-sel yang terganggu yang akan meniadi ganas. Untuk bekerjanya mekanisme pengawasan imanologik ini, sel-sel kanker harus menunjukkan suatu antigen permukaan yang baru yang dapat dikenal oleh sel-sel limfoid dan memang sering dilakukan demikian. Demikianlah adanya, KHU itu bagian dari suatu sistem yang tak disangsikan untuk perubahan-perubahan tanda pada’diri sendiri’ dan oleh karena itu bertanggung jawab secara vital dalam pengenalan sel-sel ganas (neoplastik) dan dalam pengembangan otoimunitas.

salahSuatu keadaan hambatan alogenik ditempatkan sebagai bukti bahwa antigen-antigen histokompatibilitas dapat merangsang reaksi interselular secara bebas dari pengenalan mekanisme-mekanisme secara imunologik yang biasa dan di samping itu dapat menghancurkan sel-sel tumor atau paling tidak menghambat kecepatan obat penyakit diabetes melitus pertumbuhannya. Sebagai contoh, meskipun nyatanya bahwa keturunan F1 (AB) tidak akan bereaksi terhadap sel-sel parental (A dan B) dalam pencangkokan kulit yang biasa atau cangkokan terhadap keadaan-keadaan tuan rumah, sel-sel tumor tumbuh dengan baik pada tuan rumah singeneik daripada keturunan F1 semisingeneik. Lebih lanjut limfosit-limfosit-F 1 yangbercampur dengan fitohemaglutinin diaktifkan untuk mempertahankan pertumbuhan fibroblas parental pada biakan lapisan tunggal, tetapi tidak pada limfosit-limfosit singeneik parental.

Sebelum menolak keterangan imunologik yaoglazim ada dua kemungkinan yang harus ditiadakan: (i) sebuah gen resesif dari parental yang diberi tanda untuk suatu antigen histokompatibilitas, dan (ii) pembentukan suatu spesifisitas antigenik baru pada permukaan sel oleh posisi juxta dari 2 antigen A pada orang tua sebagai perbandingan dengan A dan B pada keturunan F1. Penderita-penderita limfoma Burkitt dapat menghasilkan antibodi-antibodi serum yang bereaksi dengan antigen-antigen pada selnya sendiri dan pada tumor-tumor Burkitt lain yang dikuasai oleh suatu organisma yang menyerupai herpes, virus Epstein-Barr (EB). Sel-sel limfoid dari penderita-penderita neuroblastoma, kadang-kadang sitotoksik untuk (atau bagian pelindung daripada) sel-sel tumornya sendiri dan dari neuroblastoma in vitro.

Bagan vaksinasi dan cara imunisasi mutakhir yang digunakan di Inggris tercantum dalam apendiks

Imunodefisiensi Primer Berdasarkan pendapat bahwa banyak hal yang mengarah pada kesalahan, terjadi maka dikatakan bahwa perkembangbiakan imunodefisiensi pada manusia telah diketahui. Ini digolongkan pada Tabel 7.3 bersama-sama dengan beberapa contoh yang paling jelas (dan jarang diberitakan). Telah kim tekankan sebelumnya bahwa peranan antar komplemen, antibodi, dan unsur-unsur yang menyusun sel fagositik merupakan obat tradisional untuk kencing manis basah dasar mekanisme pertahanan segi tiga melawan infeksi-infeksi piogenik (pembentuk nanah) yang mimerlukan opsonisasi terlebih dahulu sebelum fagositosis.

imunisasiPenderita-penderita defisiensi sel-T sudah tentu memberikan suatu pola infeksi tertentu yang berbeda, peka pada virus-virus itu dan jamur yang secara normal diberantas oleh kekebalan dengan perantaraan sel. Keganasan-keganasan dan otoantibodi dengan atau tanpa penyakit otoimun yang relatif sering terjadi telah tercatat pada penderita-penderita imunodefisiensi tetapi alasan dalam hubungan ini masih masih belum jelas, meskipun kegagalan dalam mengatur sel-T atau ketidakmampuan dalam mengendalikan kunci inieksi-infeksi virus adalah di sekitar hasil perneriksaan yang teliti.

Defisiensi kekebalan bawaan

Pada penyakit granulomata.kronik monosit dan sel-sel polimorf tidak dapat membuat hidrogen peroksida karena suatu caiat pada enzim-enzim pernafasan yang secara normdl diaktifkan bleh fagositosis. Beberapa bakteri mendukung hal tersebut karena mereka membentuk H2O2 melalui proses metabolismenya sendiri tetapi bila bakteri-bakteri ini bersifat katalasa-positif, peroksida itu akan dipecahkan dan bakteri tersebut dapat bertahan hidup. Jadi sel-sel polimorf penderita siap mencerni stafilokokus kaialasa positif dengan bantuan antibodi dan komplemen tetapi tidak dapat memburruh mereka secara intraselular.

Pada penyakit Chediak- Higashi (nama yang indah), susunan dan fungsi lisosom tidak normal dan penderita akan kalah dengan infeksi piogenik yang mungkin fatal. Di antara keadaan.keadaan yang jarangditemukan, kekurangan mieloperoksidasa dikaitkan dengan kepekaan terhadap kandidiasis sistemik, semenrara kekurangan respons sel polimorf ierhadap rangsangan kemotaktik menandakan gelala kemalasan lekosit. Kerusakan komplemen, suatu unsur penting lain pada sistem kekebalan bawaan dibicarakan pada bab lain.

Defisiensi sel-B

Pada a-y-globulinemia kongenital Bruton pembentukan imunoglobulin sangat kurang dan ditemukan. sedikit folikel-folikel limfoid atau sel plasma pada biopsi kelenjar limfe. Anak-anak itu menjadi sasaran infeksi kuman piogenik berulang-ulang – Stapbylococcus aureus, Streplococcus pyogenes dan pneamoniae, Neisseria meningitidis, Haemophihs influenzae – dan oleh protozoa yang jarang ditemukan, Pneumocystis carinii, yang menyebabkan suatu pneumonia yang aneh.

Kekebalan Didapat (Acquired immunity)

Berdasarkan masalah teleologis (yang biasanya memberi jawaban benar terhadap alasan yang salah), badan harus memperkembangkan suatu molekul dengan kemampuan intrinsik untuk mengaktifkan komplemen dan fagositosis tetapi yang dapat disesuaikan sehingga cocok dengan setiap kelompok yang terdiri atas bermacam-macam jasad renik sehingga masing-masing menjadi peka terhadap gabungan sistem komplemen-fagosit. Perhatikan, ini terlihat sepintas dan kita terpesona dan menyebutnya – ANTIBODI! Suatu imunoglobulin dari kelas tertentu, misalnya IgGl, merangsang kegiatan komplemen melalui jalan tersendiri (klasik) melalui obat herbal penyakit diabetes pengikatan C1q pada bagian CH2-nya sehingga terbentuk C3 konvertasa; bagian C63 berikatan dengan reseptor-reseptor Fc spesifik pada fagosit dan agaknya merangsang fagositosis (bandingkan dengan Gambar 2. 14, halaman 37).

Sistem-Kekebalan-TubuhKeseluruhan molekul melekat pada, benda asing yang masuk melalui tempat pengikatan antigen pada bagian variabel, dan tubuh memperkuat pertahanannya dengan memproduksi molekul-molekul antibodi dengan berbagai macam kekhususan untuk mengikat. Sistem limfosit-B berkembang sesuai dengan pembentukan antibodi-antibodi dan dengan hanya mengizinkan setiap limfosit menghasilkan suatu jenis antibodi saja dengan keluwesan yang dipunyainya. Walaupun limfosit-limfosir mencukupi untuk memproCuksi berbagai macam antibodi, ini akan merupakan pemborosan bila memelihara banyak sekali limfosit-limfosit yang mampu bereaksi dengan antigen-antigen yang ddak akan ditemui oleh tubuh.

Sistem cerusan klon (clonal trigerring) dan pembuatan sel-sel pengingat menjamin tubuh hanya akan memusatkan perhatian pada kebutuhan pokok terhadap antigen-antigen yang memang betulbetul ditemui, sambil menghimpun kekuatan untuk menandakan reaksi terhadap jasad renik yang tidak diketahui yang mungkin menginfeksi tubuh di kemudian hari tiap saat. Kemampuan untuk menyusun sel-sel pengingat sebagai reaksi terhadap infeksi biasa, tentu saja adalah menjadi dasar kekebalan didapat yang berbeda dengan kekebalan alam, tetapi sesungguhnya hanya sederhana karena antibodi adalah merupakan suatu alat dari kekebalan didapat yang dapat meningkatkan kerja kekebalan alam. Cara kerja dimana IgA-antibodi yang menghasilkan perlindungan pada cairan-cairan  tubuh luar, air mata, ludah, sekresi hidung, dan cairan yang membasahi usus halus (yang disebut “copro antibodi”) dan paru-paru yang belum begitu jelas teorinya.

Bronchovesicular mempunyai ciri-ciri seperti tracheo-bronchial

Vesikular yaitu waktu inspirasi  bersifat vesicular dan waktu ekspirasi adalah tracheobronchial. Suara  yang terdengar pada auskultasi djaringan parujang sehat. Dalam keadaan itu s.n. selama inspirasi dan ekspirasi sama sekalitidak terputus. Pada anak-anak s.n. vesicular sifatnja agak kasar.Djika pasien jang diperiksa tidak tenang maka s.n.-nja mendjadi tidak lantjardan tidak teratur, maka akan terdengar s.n. vesicular jang terputus-putus.S.n. vesicular dapat mendjadi lemah bahkan sama sekali tidak terdengarKeadaan ini merupakan gedjala penting jang nienandakan bahwa didaerah itupleura menebal atau rongga pleura terisi tjairan.

Keadaan ini bisa djuga terdjadipada pneumothorax dan bila udara dalam paru berkurang karena ruang matiparu bertambah (emphysema) ataupun karena alveoli paru terisi infiltratperadangan atau neoplasma (pneumonia, tbc., carcinoma)Bila penderita bernafas terlalu tenang dan dangkal s.n. akan sukar didengar.Untuk mejakinkan bahwa melemahnja s.n. itu tidak berarti patologis kitamenjuruh pasien supaja bernafas lebih dalam. Qika s.n. tetap lemah meskipunpasien bernafas dalam maka gedjala itu harus dianggap patologis.

Resonan vokal.

Resonan vokal ialah suara jang kita tangkap dengan {ara auskultasiwaktu pasien mengutjapkan kata-kata. Untuk ini pasiendiminta mengutjapkankata-kata “satu, dua, tiga” berulang-ulang selama auskultasi dikerdjakan. Dalam keadaan itu kata-kata pasien terdengar samar-slrmar sadja, seolah-olah suaranja datang dari djauh. Meskipun pasien mengutjapkan kata-kata tersebut lebihkeras, tetapi kata-kata pasien tidak akan terdengar lebih djelas, hanja resonanvokal sadja jang akan mengeras. Jika resonan vokal terdengar seolah-olatr datang dari dekat dinamakanresonan vokol meningkaf. Adakalanja suara itu terdengar sangat keras seolah-olah berbunji diliang telinga sipemeriksa sendiri tetapi kata-katanja tidak terdengar djelas. Resonan vokal tersebut dinamakan -bronchofoni. Apabilatiap-tiap kata jang diutjapkan pasien dapat didengar deisn’dj6las-(bukannjakeras), maka resonan vokal itu dinamakan “bisikan pectoiloquy”.

Bronchofoni dan bisikan pectoriloquy difat didengar didaerah bronchusbesar jang dikelilingi djaringan paru jang padat didekat permukaan paru(pneumonia lobaris) atau bila ada kavitasi besar jang berhubungan dengan suatubronchus. Tanda-tanda itu dapat djuga terdengar diatas batas timbunantjairarr didalam rongga pleura.Resonan vokal hampir tidak terdengar atau sama sekali menghilang djikathorax terpisah dari paru karena adanja tjairan misalnja didalam ronggapleura, pada pleura jang menebal atau djika masuknja udara kedalam paruberkurang misalnja pada pneumothorax dan emphysema.

Meskipun pada umumnja resonan vokal menghilang pada efusi pleura, namunkadang-kadang suara itu dapat djuga mendjadi keras. Suara itu tidaksadja mengeras akan tetapi bunjinja sengau dan dikenal sebagai resonan vokalaegophoniaTanda ini didapat bila ada efusi pleura jang menjertai konsolidasi paru.Djadi tanda-tanda jang didapat pada keadaan ini adalah suara perkugi redupdengAn suara nafas tracheobronchial dan resonan vokal aegophonia. Baca juga bagaimana cara mengobati penyakit diabetes melitus yang tepat dan efektif hanya di sini.

Penelitian keadaan paru dengan auskultasi akan memberi lebih banyak keterangan dari pada yang dihasilkan oleh palpasi dan perktrsi

Keterangan itudiperoleh dengan menafsirkan suara jang kita tangkap melalui stetoskop padawaktu inspirasi dan ekspirasi. Suara itu ialah :

(a) suara nafas,

(b) resonan vocal

(c) suara-suara tambahan.

Auskultasi jang sempurna harus dilakukan dengan sjarat-sjarat sebagai berikut. Pasien harus membuka badjunja dan berada dalam keadaan tenang. Pasientidak boleh tegang dan gemetar. Kulitnja harus kering dan keringat harus dibersihkan dahulu sebelum auskultasi dimulai. Pada waktu auskultasi pasien harus bernafas dengan mulut terbuka setjarateratur dan $trkup dalam akan tetapi tidak boleh bersuara.

Stetoskop harustjukup baik (merk Littmann, Sprague-Bowles, Leutham). Stetoskopdiletakkanpada thorax sedemikian rupa sehingga ia tidak menekan keras akan tetapi tidak sampai bergeser waktu pasien melakukan inspirasi dan ekspirasi.

Suara nafas.

Suara nafas pada orang jang parunja sehat berdjenis (a) tracheobronchial,(b) broncho-vesicular dan (c) vesicular. Qenis-djenis itu diteffiliin oleh kerasatau’iniensitas siiifilfifas, kwalitaJTan tjiri-$iri suara nafas waktu inspirasidan ekspirasi.Suara nafas tmcheobronchial adalah suara jang terdengar djika kita rnelakukan auskultasi pada trachea. Suara ini terdengar seperti  suara jang diperoleh waktu meniup pipa besar. suara nafas tracheobronchial dapat didengar waktuinspirasi dan ekspirasi. Bunjinja pada waktu inspirasi agak lebih keras daripadawaktu ekspirasi, akan tetapi berlangsung lebih pendek pada inspirasi, sehingga terdengar terputusnja suara nafas pada peralihan inspirasi keekspirasi.Pada bagian thorax jang menutupi paru jang sehat tidak akan didapatkansuara nat’as (s.n.) tracheo-bronchial. Kalau paru mendjadi padat misalnja padapneumonia atau fibrosis maka s.n. tracheobronchial akan didapati pada tempat tersebut.

Hal ini disebabkan oleh karena s.n. dihantarkan trachea dan bronchussetjara langsung kedinding thorax.S.n. tracheo-bronchial jang seolah-olah mengumandang dikenal sebagais.n. amfois. Suara ini bunjinja seperti suara jang didap?t kalau kita meniup-kedalam”botol kosong. S.n. amforis adalah gedjala kavitasi besar didalam parujang mempunjai dinding halus dan kadang-kadang djuga mendjadi tanda adanjasuatu pneumothorax jang menembus ke-bronchus. S.n. amforis disebut djugas.n. coyerno$LSetu’ kavitas jang besar didalam paru akan bersifat sebagai bronchus danpada auskultasi memperdengarkan s.n. tracheo-bronchial. Oleh karena itu biladidaerahjang tak mengandung bronchus terdengar s.n. seperti diatas, kita harustjuriga akan adanja caverne. Suara nafas bronchou eiicalur.” -S.n. ini dipii didengar bila kita melakukan auskultasi didaerah bronchijaitu disekitar sternum bagian atas, sekitar Th. 3-4 didaerah interscapular dandidaerah infraclavicular sisi kanan. Klik link ini http://obatkencingmanisalami.com/obat-alami-diabet-yang-cocok-untuk-semua-jenis-penyakit-gula/ untuk mendapatkan informasi lengkap seputar cara menangani diabetes secara tepat dan obatnya yang efektif.

Suara perkusi yang menjadi kurang resonan

(a) Suara perlarsi redup.Djika paru kurang mengandung udara seperti pada fibrosis atau infiltrasimaki s.p. mendjadi kurang resonan’ Quga djika pleura menebal suara itumendjadi berkurang. Dalam keadaan seperti itu suara jang didengar adalahseperti utjapan “deg-deg-deg”. Apabila fibrosis dan infiltrasi bertambah sehinggasebagian paru mendjadi padat (konsolidasi) maka s.p’ ditempat ini men’djadi redup (“bleg’bleg-bleg”). S.p. redup dapat djuga disebabkan oleh penim’bunan tjairan didalam paru misalnja pada oedema paru.

(b) Suara perlatsi Pelwk.Suara perkusi ini aaalatr seperti suara jang terdengar bila anda memperkusi paha anda. S.p. ini terdapaf pada rongga pleura jang terisi penuh denganiiairan atau nunuh, pada tumoi dipermukaan paru atau fibrosis paru denganp’ enebalan pleura. Baiklah sekarang kita menindjau s.p. pada dinding thorax dalam hubungan’n”ja dengan batas-batas Paru.

Bata; atas paru dapit ditentukan dengan perkusi pada fossa supraclaviculariskedua sisi. nila Aiaapattan s.p. jang kuangiesonan maka kita harus menafsirkan bahwa bagian aias paru tidak berfungsi lagi, dan berarti bahwa batas atasparu jang sehit terletat lebih bawah daripada biasa. Pada umumnja hal ini menundiutctan alan adanja proses tuberculosa dipuntjak paru.

 

Dari beiakang apex paru dipat diperkusi didaerah Ic’dnig, jaitu daerah otottrapezius antira btot-otot lehir dan pergelangan bahu jang akan memperdengarkans.p. resonan.Baias bawah paru dapatdjuga ditentukan dengan djalan perkusi. S.p.resonanpada orang sehat dapai didlngar sampai iga ke-6 pada garis mid-clavicularis,sampai iga- t<e-S padi garis mid-axillaris, dan sampai iga ke-10 pada garisscapularis.

Pada sisi kiri batas-batas itu sedikit lebih tinggi. Batas bawah paru pada orang tua djuga agak lebih rendah sedangkan padaanak2 batas tersebut agak lebihtinggi. Batas bawah meqilggipada proses fibro-$Sgq:ko11qg.li!?si pJS, efg$_pl9.r,rrp _dan qgci_6sseTiliumoiintra-abdorffiIli3.Qg-n.nja 6atas bawah pai[ didapati pada emphysema dan pneumothorax.

(c) Daemh redup diantung.Bila kita melakukan perkusi pada bagian thorax jang meliputi djantung,maka akan kita peroleh suara perkusi rcdup. Pada umumnja daerah initerletak didada sisi kiri, bentuknja segi tiga, batas kanannja ialah tepi kanansternum dan batas kirinja adalah garis jang menghubungkan titik iga ke-5 padagaris mid-clavicularis kiri dengan tempat iga ke-3 bersambung dengan stemum.

(d) Daerah redup lwti.Dbagian bawah dada sisi kanan terdapat suatu daerah jang bila diperkusimemperdengarkan s.p. redup. Ini disebabkan oleh karena adanja hati dibawahtempat jang diperkusi.

(e) hemh redup limpa.Daerah dengan s.p. redup pada bagian bawah thorax sisi kiri adalah daerahjang menutupi limpa. Daerah ini ketjil dan terletak disamping, sisi medialdaerah ini adalah daerah Traube jang pada perkusi memperdengarkan s.p.tympani oleh karena dibawahnja terdapat lambung.Setelah membitjarakan berbagai djenis s.p., baiklah kita tambahkan apajang seharusnja dibahas dalam fasal .tehnik perkusi, jaitu kalau ada tempat dengan s.p. redup atau pekak hendaknja perkusi dilakukan mulai dari daerahresonan (normal) menudju kedaerah s.p. redup/pekak tersebut.