Bahaya-Bahaya Menu Mewah

hah

Ciri masakan dari tiap kebudayaan cukup unik. Orang Amerika punya hamburger, orang Perancis kaya saus, orang Jepang senang ikan mentah. Meskipun demikian, komponen-komponen dasai nutrisi, dan juga mbkanan-makanan tertentu dari semua menu memerlukan perbandingan obat penyakit gula darah. Dan perbandingan-perbandingan demikian mengungkapkan bahwa selama sekitar abad terakhir pola konsumsi yang seringkali disebut “menu mewah’, telah merupakan tradisi dalam negara-negara industri di Barat. Menu mewah hanya berkembang pada mereka yang pendapatannya melampaui tingkat subsistensi, yang pasarannya menyediakan secara berlimpah hasil-hasil dari sistem pertanian yang sangat produktif – dan nama itu bermula dari situ.

Mereka yang menunya mewah banyak mengkonsumsi protein hewani dan lemak seperti daging dan susu dengan segala produknya. Mereka memilih makanan-makanan dari tepung dan gula, dan meninggalkan makanan-makanan yang kaya karbohidrat seperti bijibijian, umbi-umbian, buah-buahan serta sayur-mayur. Dan mereka semakin banyak memilih makanan-makanan yang diolah secara komersial daripada makanan-makanan segar. Menu mewah merupakan kebiasaan yang sangat luas di Amerika Utara, akan tetapi ia juga sudah mulai berkembang di Eropa Barat. Jepang dan Uni Sovyet yang lambat meninggalkan menu tradisional yang berpusat pada biji-bijian dan kentang, juga sudah mulai mengembangkannya.

Menu yang kaya dengan daging olahan juga memikat kaum elite perkotaan di Afrika. Aiia, dan Amerika Latin. Di pasar dan meja makan, daya tarik daging, kentang olahan, dan gula ternyata lebih kuat daripada menu tradisional. Sebelum abad ini, tak pernah sebanyak ini orang makan demikian “baik”. Akan tetapi apakah makanan-makanan mewah itu baik? Dengan ukuran-ukuran nutrisi tradisional, jawabannya nampaknya adalah ya. Menu mewah memberikan protein dalam jumlah yang berlimpah, energi dalam jumlah yang cukup – bahkan berlebihan, dan sekian vitamin serta mineral utama. Ia juga merupakan pertahanan yang baik melawan penyakit-penyakitlama yang diakibatkan oleh kekurangan gizi seperti penyakit kudis dan pellagra. Namun, soal-soal nutrisi yang nampak di permukaan bisa mengicuh. Jalinan antara bagaimana orang di negara-negara industri makan dan bagaimana mereka hidup dan mati telah membuat orang meragukan menu mewah. Kaitan-kaitan demikian telah memaksa para ahli untuk menilai suatu menu dalam konteks gaya hidup tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *