Cara Mudah Beternak Ayam Pelung Hingga Berhasil | Cocok Untuk Pemula

Cara Mudah Beternak Ayam Pelung

Cara Mudah Beternak Ayam Pelung – Jika dilihat dari tujuannya, beternak ayam pelung dapat dibedakan menjadi empat, yaitu produksi telur tetas, produksi anakan, produksi ayam pelung remaja, dan produksi ayam pelung dewasa. Akan tetapi kali ini kita akan membahas tentang beternak ayam pelung untuk produksi telur tetas. Langsung saja berikut cara pelaksanaannya :

Beternak Untuk Produksi Telur Tetas
Beternak ayam pelung untuk produksi telur tetas dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut.

1. Pemilihan induk dan cara mendapatkannya
Pasangan induk sebaiknya dipilih yang berkualitas sehingga akan menghasilkan anakan yang bersuara bagus. Oleh karena itu, perlu diadakan seleksi induk. Ciri-ciri pejantan dan induk betina perlu diketahui oleh para peternak.

a. Induk jantan ayam pelung
Adapun ciri-ciri pejantan ayam pelung asli yang baik untuk induk adalah sebagai berikut.

1) Bersuara bagus
Untuk pejantan, dipilih ayam pelung jantan yang bersuara bagus dan berkokok panjang. Lebih baik lagi jika pejantan yang dipilih pernah menjuarai sebuah kontes.

2) Mempunyai bentuk badan yang ideal dengan ciri-ciri sebagai berikut.

  • Sosok tinggi besar, posisi berdiri tegak, tegap, dan berkaki kokoh.
  • Bentuk kepala bulat lonjong (elips) dengan leher panjang.
  • Paruh bersih, kuat, dan warnanya sama dengan warna kuku.
  • Lubang langit-langit paruh bulat sehingga menimbulkan suara merdu.
  • Jengger tegak, bentuk tunggal, berwarna merah, dan jumlah gerigi ganjil (5, 7, atau 9).
  • Pial lebar dan jika ada lipatan, hanya terdapat pada pangkal.
  • Tenggorokan membesar dan lunak.
  • Tembolok terletak di tengah, terlihat besar, dan ikut bergoyang saat berjalan.
  • Mata besar dan rapi.
  • Ekor panjang dan rapi.
  • Sayap kuat dan pangkal sayapnya besar.
  • Kaki besar, kuat, dan kokoh.
  • Sisik kaki susunannya rapi, bersih, dan agak tersembul, tetapi tidak menganga.
  • Taji lurus dan runcing.
  • Telapak kaki empuk.
  • Bulu, mengilat, utuh, dan warnanya disesuaikan selera peternak.

3) Cukup umur
Pejantan yang akan dijadikan induk harus sudah cukup umur, yaitu berumur 1-2 tahun. Umur yang matang mempengaruhi kualitas sperma yang akan dihasilkan. Selain itu, pejantan umurnya matang dan sudah memperlihatkan ciri-cirinya yang ideal.

4) Bebas dari penyakit
Pejantan atau induk betina yang akan dijadikan induk haras sehat. Jika mengidap penyakit, dikhawatirkan akan menular ke ayam pelung lainnya bahkan menurun sampai ke keturunannya.

5) Mempunyai keinginan kawin atau berahi
Pejantan yang baik harus memiliki keinginan kawin dan mampu mengawini betina dengan sempurna. Dengan kemampuannya tersebut, telur tetas yang dihasilkan tidak banyak yang steril.

b. Induk betina ayam pelung
Betina ayam pelung yang dapat dijadikan induk harus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

  • Garis keturunan diketahui dengan jelas. Selain itu, induk betina berkerabat dengan jantan yang bersuara bagus.
  • Mempunyai bentuk badan ideal, yaitu perawakannya tinggi besar dan potongan punggung rata atau agak miring ke arah ekor.
  • Berumur sekitar 1 tahun atau sudah pernah bertelur.
  • Sehat dan tidak berpenyakit.

Induk yang baik diperoleh dari peternakan ayam pelung yang dapat dipercaya. Pembelian induk sebaiknya jangan dilakukan di peternak ayam pelung yang mencampurkan pemeliharaannya dengan ayam lainnya karena ayam pelung yang dia hasilkan tidak terjamin keasliannya.

2. Menyiapkan kandang induk
Pejantan dan induk betina yang terpilih sebagai induk segera dikandangkan terpisah sehingga tidak terjadi perkawinan liar. Pengaturan atau pemisahan induk bertujuan supaya telur yang dihasilkan dapat diketahui asal-usulnya.

Pejantan sebaiknya ditempatkan dalam kandang individu supaya tidak terjadi perkelahian sesama pejantan. Pejantan juga dapat ditempatkan dalam kandang ajeng yang sekaligus berfungsi untuk kandang pamer.
Kandang induk betina dapat dibuat secara pen house (kelompok kecil), yaitu berisi 6 ekor betina/kandang.

Ukuran kandang dibuat 3 m2. jika ada halaman umbaran. Jika tidak ada halaman umbaran maka ukuran kandang harus diperluas menjadi sekitar 5 m2. Di dalam kandang dibuatkan sarang untuk setiap induk pelung betina. Sarang dibuat dari kotak yag diisi jerami dan diletakkan di bagian yang agak gelap sehingga memberi rasa aman pada ayam ketika bertelur atau mengeram.

Untuk menetaskan telur ayam pelung, bisa dilakukan dengan memakai alat penetas telur bebek otomatis. Mesin penetas telur bebek ini mempunyai cara kerja sama dengan mesin penetas telur ayam yang sering kita lihat dipasaran. Mesin ini juga cocok dipakai untuk Anda yang sedang memulai menjalankan usaha dibidang DOC atau DOD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *