Hipersensitivitas Tipe Lambat dengan Perantaraan Sel (Cell-Mediated)

Hipersensitivitas bentuk ini ditemukan pada beberapa reaksi alergi terhadap bakteri, virus, dan jamur; pada dermatitis kontak karena kepekaan terhadap zat-zat kimia sederhana tertentu dan pada penolakan transplantasi jaringan. Mungkin contoh paling terkenal adalah reaksi Mantoux yang timbul pada penyuntikan tuberkulin di kulit seseorang yang sebelumnya telih mendapat infeksi mikobakterium di mana menimbulkan keadaan cell-mediated immunity (CMI).Reaksi tersebut menimbulkan eritema dan indurasi khas (Gambar 5. 14c) yang terlihat setelah beberapa jam (karena itu disebut tipe lambat), mencapai maksimal pada 24-48 jam, yang kemudian menyusut. Secara histologik permulaan reaksi terlihat seperti suatu lipatan perivaskular (perivascular cuffing) yang terdiri dari sel-sel mononuklear kemudian disusul eksudasi lebih hebat oleh sel-sel mono dan sel-sel PMN.

guejeKemudian terjadi migrasi keluar dari lesi, meninggalkan sisa yang terutama infiltrat sel-sel mononuklear yang terdiri atas limfosit dan sel makrofag seri monosir (Gambar 6.15b). Ini berbeda sekali dengan reaksi Arthus di mana sel-sel polimorf lebih esensial (Gambar 6.15a). Reaksi-reaksi yang serupa dengan protein yang larut ditemui pada obat alami buat penyakit diabetes sensitisasi yang disebabkan oleh antigen yang dicampurkan ke dalam adjuvan Freund lengkap. (hal. 92). Jika binatang diberikan anrigen saja atau dalam adjuvan Freund yang tidak lengkap (yang tidak mengandung mikobakteria), keadaan hipersensitivitas tipe lambat dan reaksi kulit terjadi dalam waktu yang lebih singkat. Keadaan tersebut dikenal sebagai sensitivitas tones-Mote yang sekarang dinamakan hipersensitivitas basofil. kulit karena sebagian besar infiltrat pada lesi kulit terdiri dari basofil.

DASAR SELULAR

Tidak seperti bentuk-bentuk hipersensitivitas yang telah dibicarakan, reaksi tipe lambat tidak dapat dipindahkan dari orang yang peka ke orang yang tidak peka melalui antibodi serum; sel-sel limfoid, terutama sel limfosit kecil memegang peranan. Jadi pada marmot dengan reaksi kulit negatif terhadap iuLerkulin memberikan reaksi positif setelah penyuntikan sel-sel eksudat peritoneal (yang berisi limfosit dan makrofaga), sel-sel kelenjar limfe, atau sel-sel perifer darah dari donor yang peka rerhadap basil tuberkel (terutama bila donor dan resipien secara histologis sesuai, dengan demikian sel-sel’ yang dipindahkan tidak dirolak oleh reaksi transplantasi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *