Komplikasi Herpes Simpleks | Penyebab,Penaganan dan Pengobatanya

komplikasi herpes simpleks

Komplikasi Herpes Simplex – Komplikasi terhadap virus herpes simplex ini mungkin saja terjadi bersamaan dengan herpes genital yang pada umumnya berupa penyakit infeksi yang menular seksual, infeksi penyakit kulit herpes simpleks pada bayi, inflamasi, dan gangguan di kandung kemih, Selengkapnya bisa dijelaskan di bawah ini:

  • Inflamasi atau Peradangan
    Di beberapa kasus, herpes genital ini dapat menyebabkan inflamasi ataupun peradangan di saluran kemih. Pembengkakan terjadi dapat menutup jalur uretranya selama beberapa hari. Untuk kasus ini, kateternya harus dimasukkan guna menyedot isi kandung kemih.
    Selain di uretra, peradangan bisa juga terjadi di bagian rektal. Inflamasi di dinding rektum ini juga lebih sering terjadi dengan pria yang berhubungan seksual dengan pria lainnya (alias maho). Untuk kasus yang sangat langka, virus herpes ini juga dapat mengakibatkan meningitis ataupun peradang di selaput otak.
  • Infeksi Menular Seksual Lain
    Penderita herpes pada genital dengan luka yang terbuka mempunyai risiko juga lebih tinggi untuk bisa menyebarkan ataupun tertular penyakit seksual lain. terutama apabila berhubungan seksual tanpa pengaman. Penularan yang paling parah yaitu terjadinya komplikasi berupa HIV/AIDS.
  • Untuk Masa Kehamilan
    Virus herpes simpleks ini dapat menimbulkan masalah-masalah kehamilan. Virus ini dapat ditularkan pada bayi ketika melahirkan. Apabila infeksi HSV ini terjadi sebelum kehamilan, yang memungkinan penularan ke bayi sangatlah kecil.
    Beberapa bulan terakhir pada masa kehamilan, sang ibu bisa melepaskan banyak sekali antibodi pelindung pada bayinya. Antibodi ini bisa melindungi sang bayi dari berbagai mikroorganisme termasuk HSV. Antibodi ini bisa bertahan di saat melahirkan sampai beberapa bulan setelahnya.

Apabila gejala herpes ini kembali muncul, obat asiklovir perlu dikonsumsi. Tanyakan dulu pada dokter kandungan guna mengetahui masalah anda, termasuk di dalamnya dosis serta aturan pakai obat tersebut.

Apabila Anda terinfeksi pertama di awal 3-6 bulan di masa kehamilan, Risiko infeksi menular di bayi bisa meningkat, begitu juga halnya risiko keguguran. Karena itulah asiklovir mungkin perlu dikonsumsi.

Virus herpes dapat menular di saat proses persalinan. Apabila infeksi pertama terjadi di atas 6 bulan usia kehamilan, risiko dari penularan infeksi pada bayi ini sangat tinggi. Hal ini bisa terjadi akibat tubuh sang ibu perlu waktu guna menghasilkan antibodi sebelum bayi dilahirkan. Untuk bisa menghindarinya, perlunya dilakukan operasi caesar. Kelahiran normal bisa membuat risiko infeksi penularan pada bayi meningkat 40 persen jadi lebih tinggi.

Infeksi Pada Bayi di Dalam Proses Persalinan

Bagi bayi yang terinfeksi HSV pada saat proses persalinan, infeksi yang terjadi bisa sangat berbahaya dan terkadang mematikan. Kondisi seperti ini dikenal dengan neonatal herpes. Herpes ini terjadi di saat melahirkan dapat berdampak buruk terhadap organ tubuh seperti pada mulut, mata, dan kulit. Selain itu, otak serta sistem saraf lain juga bisa juga terkena dampak dari infeksi ini. Untuk kasus neonatal herpes parah, berbagai organ tubuh lain seperti paru-paru dan juga hati juga dapat terserang sampai dapat menyebabkan kematian.

Penyebab Herpes simplex

Penyebab Herpes genital ini di akibatkan virus herpes simpleks ataupun HSV yang umumnya dapat ditularkan dari hubungan seks oral, vagina, dan anal. Dua jenis virus herpes simpleks, yakni HSV tipe 1 dan HSV tipe 2. Herpes genital pada umumnya di karenakan oleh HSV tipe 2. HSV tipe 1 ini seringkali di sebabkan herpes di rongga mulut, ataupun yang seringkali disebut juga cold sores. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwasanya herpes genitalis ini juga bisa disebabkan oleh HSV tipe 1.

Penyebaran virus satu ini bisa terjadi dari kontak langsung dengan pasangan terinfeksi oleh HSV. Hal ini dapat terjadi meski orang yang terinfeksi tidak bisa mengalami gejala apa pun. Virus ini bisa menyebar dari bagian yang lembap dari dinding mulut, kulit kelamin, dan anus. Selain itu, virus satu ini bisa juga menyebar dari luka herpes dan dapat terjadi pada sekitar mulut, mata, dan bagian tubuh lain.

Herpes genital ini sebenarnya tidak dapat menyebar melalui benda perantara, kecuali menggunakan alat bantu seksual yang dapat digunakan oleh penderita herpes. Peralatan seperti alat makan, handuk, dan juga sikat gigi umumnya tidak dapat jadi perantara penyebaran virus ini. Akibat, virus tidak sanggup bertahan lama apabila terlepas dari kulit.

Herpes genital ini sangat mudah sekali menular. Sesudah terinfeksi, tubuh para penderitanya selamanya memiliki virus ini. HSV ini dapat bersifat laten beberapa waktu sebelum jadi aktif lagi. Inilah yang dapat menyebabkan herpes genital ini bisa kambuh.

Virus HSV ini akan kembali aktif saat sistem pertahanan tubuh anda menurun. Hal ini dapat terjadi saat penderita sedang mengalami infeksi, sedang masa-masa stres, atau menjalani kemoterapi sebagai langkah untuk pengobatan kanker, ataupun terkena virus HIV. Selain itu, mengkonsumsi alkohol yang berlebih juga bisa memicu virus HSV kembali aktif.

Pengobatan Herpes Genital

Untuk bisa mengurangi gejala dari infeksi herpes genital ini, dokter biasanya memberikan obat-obatan antivirus seperti famsiklovir, asiklovir, dan valasisklovir. Obat ini bisa berfungsi untuk mencegah virus herpes simpleks ini tidak menggandakan diri, Namun tidak dapat menghilangkan virus ini dari tubuh sepenuhnya. Apabila anda menginginkan obat herpes paling ampuh anda dapat menggunakan meilia propolis.

Dan jika gejala infeksi ini tidak terlalu parah, konsumsi obat antivirus mungkin tidak lagi diperlukan. Untuk gantinya, dokter menyarankan pasien untuk meredakan gejala yang muncul dengan melakukan perawatan mandiri di rumah. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Untuk bisa meringankan rasa sakitnya, tutuplah luka menggunakan es batu yang dibalut menggunakan kain. Jangan tempelkan es secara langsung di permukaan yang terluka.
  • Bersihkanlah luka ataupun tukak supaya tidak jadi infeksi sekaligus dapat mempercepat penyembuhanya. Pembersihan ini dapat menggunakan air biasa atau air garam.
  • Gunakanlah krim penghilang rasa sakit ini di luka melepuh ataupun tukak. Selain itu perbanyak minum air mineral. Kedua ini bertujuan guna memudahkan serta meringankan rasa sakit saat buang air kecil.
  • Gunakanlah pakaian longgar guna mengurangi rasa sakit di area kulit yang mengalami luka lepuh.

Penanganan Herpes Genital Pada Pengidap HIV

Herpes genital sering kambuh ini disebabkan akibat sistem kekebalan tubuh anda melemah. Hal ini juga menandakan bahwa jumlah antibodi yang dihasilkan tubuh guna melawan infeksi berkurang. Alhasil, gejala herpes sering terjadi serta tingkat keparahannya jadi lebih serius.

Untuk anda yang sering mengalami infeksi herpes genital berulang ulang serta memiliki rutinitas seksual tidak aman (tidak mengenakan kondom atau pengaman, berganti-ganti pasangan, melakukan hubungan seks anal), Disarankan guna melakukan tes HIV. Penderita HIV ini mempunyai kekebalan tubuh jauh lebih lemah dibandingkan dengan orang yang sehat, sehingga bisa memerlukan penanganan khusus berbeda dari penderita lainnya.

Dokter spesialis ini bisa menangani herpes genital terjadi dengan penderita HIV. Dokter yang umumnya bisa memberi antivirus dengan dosis lebih tinggi. Selain itu, banyak para penderita HIV terjangkit oleh jenis HSV kebal terhadap obat-obatan antivirus standar. Oleh karena itulah penderita mungkin bisa diresepkan jenis antivirus lebih baru.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *