Penelitian biosintesa menunjukkan bahwa rantai-rantai peptida imunoglobulin dibentuk masing-masing

Sebagai satu kesatuan tunggal dan tidak sebagai dua belahan yang kimudian disatukan, besar sekali kemungkinan bahwa gen V dan C yang sesuai harus bergabung dulu untuk membentuk satu sistron. penemuan protein-protein mieloma dari pelbagai subkelas tetapi dengan susunan asam amino daerah Vrantai panjang yang identik pada orang yang sama dan adanya idiotipe yang sama (penentu antigenik dari daerah V, bandingkan hal. 48) pada antibodi-antibodi IgM dan IgG pada kelinci yang sama memberikan kesan yang sangat meyakinkan bagi adanya cara pengobatan penyakit diabetes secara alami gen daerah V dan C yang  terpisah dengan gen  V berpindah dari gen C yang satu ke yang lain dengan berubahnyi kelas antibodi. Anggapan bahwa genom mengandung sejumlah bisa  gen V menimbulkan beberapa masalah.

Kendati ada keberatan-keberatan ini, terdapat suatu kelompok opini yang luas yang menyukai pandangan garis kuman – atas dasar beberapa alasan yang kuat.

analis(1) Alasan pertama ialah adanya subkelompok rantai pendek. Bila urutan asam amino dari bagian variabel rantai pendek x rnieloma manusia diperiksa, dan bila tidak diperhitungkan posisi-posisi yang , sangat variabel yang agaknya berhubungan dengan tempat pengikat antigen, maka sisa daripada daerah N-akhir berbentuk tiga pola asam amino yang berlainan (subkelompok VI1, VkII, dan VkIII); tiap rantai K tergolong dalam satu dari tiga pola ini, dan semuanya terdapat dalam serum tiap orang (variasi isotipik; hal a6). Hal ini tidak konsekuen dengan saru gen Vtunggal yang mengalami mutasi secara sembarangar. dan karena itu harus sekurang-kurangnya ada tiga gen V yang berlainan yang berhubungan dengan spesifitas k. Pemikiran yang sama membawa kita pada pandangan bahwa sekurang-kurangnya ada lima gen V yang berhubungan dengan spesifisitas.

(2) Bukti lain ialah ditemukannya hasil-hasil daerah V yang identik dan ditemukan pada orang-orang yang berlainan. Dengai demikian jenis-jenis mencit tertentu dengan tepat bereaksi plda imunisasi dengan dekstran yang mengandung penentu-penentu (1,3), tiap binatang menghasilkan antibodi dari idiotipe yang sama; percobaan pembiakan menunjukkan bahwa kelakuan ini ada hubungan dengan suatu gen garis kuman yang secara genetik terletak dekat sekali pada pertanda alotipik rantai panjang dari daerah konstan Bila binatang diimunisasi sehingga mendapatkan respons antibodi dengan klonalitas terbatas (misalnya menyuntikkan DNF yang dihubulgkan dengan Gramisidin S) banyak dari klon yang dihasilkan pada pelbagai binatang adalah identik pada pemeriksaan isoelektrik dan banyak yang mengandung penentu idiotipe yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *