Untuk menunjukkan adanya sel-sel pembentuk IgG perlu ditambah ikatan komplemen pada kompleks sel darah merah

670Antibodi IgG dengan menambahkan terlebih dahulu serum kelinci anti-IgG; dengan demikian akan terbentuk plakdaerah bebas sel darah merah yang ddak langsung dan dapat dipakai untuk menghitung sel-sel pembuat antibodi dalam pelbagai subkelas imunoglobulin bila serum-anti dari kelinci yang sesuai tersedia. Cara ini dapat diperluas dengan membungkus sel darah merah dengan suatu antigen seperti polisakarida pneumokokus atau dengan menggabungkan obat herbal penyakit diabetes melitus kelompok-kelompok hapten pada permukaan sel darah merah.

Teknik roset

Bila limfosit dieram misalnya dengan sel darah merah domba, limfosit yang memiliki reseptor permukaan terhadap sel darah merahtersebut akan mengikatnya sehingga terbentuk roset (Gamb ar 3.20). Pada pengeraman yang lebih lama, sel-sel limfoid yang mengeluarkan antibodi akan dikelilingi oleh suatu kelompok sel darah merah(Gambar 3.20b). Oleh Biozzi teknik ini dinamakan perlengketan selimun atau imunositoadherensi (irnmunocytoadberence), dan dapat dimodifikasi dengan menggunakan sel-sel darah merah dari pelbagaispesies atau dengan membungkus pelbagai antigen menjadi sel darah merah yang isolog. Variasi lain ialah perlengketan kuman pada Iimfosit peka antigen yang sesuai.Limfosit-B dan – T kedua-duanya dapat membentuk roset dandapat dihalangi pembentukar, -r.t.ry, bila terlebih dahulu ditambahkan serum-anti rantai pendek.

Dalam biakan yang dierambeberapa jam, sel-sel-B tetap akan memiliki kemampuan membentuk roset tetapi sel-sel-T akan kehilangan kemampuan demikian,sehingga timbul kesan bahwa reseptor sel darah merah yang menyerupai Ig hanya terikat secara longgar seperti misalnya bila didapatkan sebagai antibodi sitofil (bandingkan hal. 66). Yang mendukung pandangan ini ialah pengamatan Cooper bahwa sel-Tpada ayam yang telah mengalami bgrsektomi hanya akan membentuk roset dengan sel darah merah domba bila ada suntikanantibodi antisel domba. Harus ditekankan di sini bahwa roset yang dibicarakan di sini dibentuk oleh sel-sel minoritas yang bersifat khusus untuk sesuatu antigen dan harus dibedakan dari “roset yang tidak khusus” seperti dibentuk oleh sel-sel-T manusia dengan seldarah merah domba.

Pembentukan fokus

Setelah pemindahan sel-sel limfoid yang relatif sedikit pada penerima yang telah mengalami penyinaran, suatu tantangan antigen akan menghasilkan fokus sel-sel pembenilk antibodi yang rupanya berasal dari limfosit-limfosit tunggal yang peka antigen. Denganpemindahan berturut-turut fokus demikian, dapatlah dibiak klon-klon tunggal sel-sel pembentuk antibodi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *